A. DESAIN GRAFIS

1. "Picsart" pada awalnya saya gunakan sejak tahun 2020. Selama kurang lebih empat tahun, saya memanfaatkan aplikasi ini untuk mengedit foto, khususnya dalam menambahkan efek visual agar terlihat lebih menarik. Seiring waktu, saya pun semakin terbiasa dengan berbagai fitur yang ada di dalamnya.

2. "CapCut" pada awalnya saya pelajari sekitar tahun 2021. Aplikasi ini saya gunakan untuk mengedit berbagai jenis video, mulai dari video ringan seperti konten singkat hingga video dengan kebutuhan editing yang lebih kompleks. Saya cukup mahir menggunakan fitur transisi, efek visual, hingga pengaturan audio.

3. "Canva" pada awalnya saya kenal sejak tahun 2023. Meskipun baru sekitar satu tahun saya menggunakannya, saya sudah cukup mahir membuat desain seperti poster, tugas sekolah, hingga logo. Canva menjadi salah satu aplikasi yang paling sering saya gunakan belakangan ini karena tampilannya yang sederhana dan praktis.

4. "Adobe Photoshop" pada awalnya saya pelajari saat duduk di kelas 11 semester 1. Saya menggunakan aplikasi ini untuk melakukan editing tingkat lanjut yang membutuhkan detail dan kontrol tinggi. Photoshop sangat membantu saya dalam membuat desain yang lebih profesional dengan memanfaatkan fitur layer dan tools yang lengkap.

5. "Figma" pada awalnya saya kenal saat kelas 11 semester 2. Aplikasi ini saya gunakan untuk membuat desain antarmuka dan prototipe digital. Kelebihan Figma yang mendukung kolaborasi secara real-time dan berbasis cloud sangat membantu saya dalam mengerjakan proyek bersama tim maupun secara mandiri.

        B. FOTOGRAFI

Fotografi pada awalnya saya tekuni karena ketertarikan saya terhadap visual dan pencahayaan dalam sebuah gambar. Untuk mendukung hobi ini, saya menggunakan beberapa aplikasi yang sangat membantu dalam proses editing agar hasil foto terlihat lebih estetik dan profesional.

1. Lightroom
Saya mulai menggunakan Lightroom sejak awal mendalami fotografi. Aplikasi ini sangat saya andalkan untuk mengatur pencahayaan, kontras, tone warna, hingga detail kecil seperti grain dan sharpness. Saya sudah terbiasa menggunakan fitur-fitur seperti curve, HSL, dan preset untuk menciptakan suasana warna yang konsisten pada setiap foto.

2. ReLens
Saya mulai menggunakan ReLens sejak awal tahun 2024 karena tertarik dengan efek depth-of-field dan bokeh realistis seperti kamera DSLR. Aplikasi ini sangat membantu dalam menghasilkan foto dengan latar belakang blur dan fokus tajam di objek utama. Saya juga memanfaatkan pengaturan aperture serta berbagai pilihan lensa virtual yang tersedia untuk memberikan kesan sinematik.

3. Snapseed
Snapseed saya gunakan untuk melakukan editing cepat namun tetap detail, terutama saat ingin memperbaiki pencahayaan atau menambahkan efek-efek tertentu dengan lebih praktis. Aplikasi ini sangat berguna karena ringan digunakan, namun tetap memiliki fitur-fitur lengkap seperti selective adjustment, healing, dan pengaturan struktur gambar.

        C. VIDEOGRAFI

Videografi mulai saya tekuni karena saya tertarik menyampaikan ide dan cerita melalui visual dan audio. Awalnya saya sering mengedit video untuk tugas sekolah, lalu mulai mempelajari lebih dalam tentang teknik pengambilan gambar, pencahayaan, dan komposisi. Dalam proses editing, saya terbiasa menyusun alur cerita, memilih musik latar, menyesuaikan ritme visual, dan menggunakan transisi agar video lebih menarik. Melalui videografi, saya belajar banyak tentang cara bercerita secara kreatif sekaligus melatih ketelitian.